Memimpin Diri Sendiri adalah Resep Kepemimpinan yang Paling Penting

Kenapa kepemimpinan pribadi menjadi resep yang paling penting untuk menghadapi situasi yang kompleks? Sebuah artikel di Forbes oleh Tony Gambill menjelaskan untuk kita sebagai berikut.

Para pemimpin akan sukses atau gagal berdasarkan kemampuannya untuk secara efektif mengarahkan hal-hal yang paling penting, paling rumit, dan situasi yang saling berhubungan.

Ini adalah situasi yang paling sulit, tetapi seringkali harus dihadapi oleh para pemimpin. Sementara itu, tidak ada satu jawaban pun yang paling benar dan secara sukses melibatkan orang lain. Padahal baik jawaban yang benar dan keterlibatan orang lain menjadi suatu hal yang paling penting untuk meraih kesuksesan.

Tony telah melatih dan mendidik ribuan pemimpin dan pekerja sepanjang karirnya dan sebagian besar dari mereka memiliki lebih dari cukup kepintaran, kerelaan, dan pengetahuan untuk sukses.

Berbagai penelitian menunjukkan dua alasan penting para pemimpin gagal, yaitu karena kegagalan menjalin hubungan dan kegagalan untuk terus-menerus belajar kesuksesan.

Pemimpin yang berkelanjutan sebagian besar ditentukan oleh kemampuan untuk membangun atau meningkatkan kepemimpinan pribadi yang memungkinkan seseorang untuk mampu secara lebih baik mengarahkan hal-hal yang penting, hal-hal yang rumit, dan situasi yang terkait.

SOAR Model Dari kepemimpinan Pribadi


Barangkali Anda sudah pernah mendengar berkali-kali betapa pentingnya bagi seorang pemimpin untuk menunjukkan kesadaran diri, kecerdasan emosi, inklusivitas, mindfulness, empati, kecerdasan sosial, dan secara lincah belajar.

Di buku Tony yang terbaru berjudul ‘Getting it Right When it Matters Most’ kami memperkenalkan The SOAR self-leadership model.

Model ini mengambil beberapa hal yang paling penting mengenai pengetahuan dan keterampilan dari setiap konsep yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang sudah disebutkan terdahulu.

Kemudian SOAR Model menempatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara praktis, mudah ditiru, dan berbasiskan penelitian.

Hal ini penting untuk kemudian menjadi suatu peta jalan untuk secara efektif mengarahkan pemimpin pada situasi yang sangat sulit. 

4 Fase SOAR Model

Selanjutnya kita perlu mengenal 4 Fase dari SOAR Model, yaitu Self atau diri sendiri, Outlook atau perkiraan dan prediksi, Action atau tindakan, dan Reflection atau refleksi.

Dalam suatu situasi yang lebih baik atau buruk seorang pemimpin akan membawa diri sendiri (Self) ke dalam suatu situasi yang sangat penting, sangat rumit, dan juga saling terkait.

Kemudian Anda akan memerlukan suatu prediksi (Outlook) berdasarkan keinginan dan memungkinkan seorang pemimpin untuk memilih satu atau beberapa tindakan (Action).

Selanjutnya, tindakan itu akan mengarah pada suatu hal yang positif, negatif, atau netral yang kemudian menjadi suatu bahan refleksi (Reflection) untuk memungkinkan terjadinya perubahan, perbaikan, dan pertumbuhan secara terus-menerus.

Itulah Sebuah Lingkaran para Pemimpin.


Lingkaran kepemimpinan ini sangat efektif untuk menunjukkan ciri dasar dari kepemimpinan diri sendiri yang menjadi tindakan atau tingkah laku dan kemudian mendasari setiap tindakan.

Kesuksesan dan juga kegagalan kita berhubungan erat dengan bagaimana kita menampilkan atau menempatkan diri ketika menghadapi situasi yang sangat sulit.

Model SOAR ini memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan pengetahuan yang penting dan perangkat untuk secara efektif mengelola diri sendiri (Self).

Kemudian model ini menghadirkan kesadaran dan kejelasan terhadap berbagai peluang melalui prediksi atau perkiraan Anda (Outlook).

Kemudian SOAR Model menciptakan pandangan, pendapat, atau pertimbangan untuk menentukan tindakan (Action) yang paling tepat.  

Terakhir, SOAR Model memberikan pemahaman dan pembelajaran dari berbagai hasil melalui refleksi (Reflection).

Di bawah ini adalah penjelasan lebih detail dari empat langkah dari SOAR Self-Leadership Model. Bacalah Beberapa definisi dan perilaku dari setiap fase untuk menilai seberapa jauh Anda membangun pengetahuan kepemimpinan diri sendiri, keterampilan tersebut, dan juga kemampuan tersebut.

Diri Sendiri (Self)


Di sini seorang pemimpin perlu memahami nilai lebih atau unik dari diri sendiri yang terus berubah berdasarkan gabungan dari faktor-faktor seperti kepribadian, tampilan fisik, kepintaran, kebiasaan, kepercayaan, kekuatan, dan kelemahan, misalnya:

  1. Saya dapat secara mudah menyampaikan tujuan dan ambisi pribadi.
  2. Saya dapat menjelaskan lingkungan yang memungkinkan saya menunjukkan kinerja terbaik.
  3. Saya dapat memprediksi atau menjelaskan lingkungan yang memungkinkan atau menghasilkan kinerja terburuk.
  4. Saya memahami kekuatan dan bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan.
  5. Saya memahami kelemahan diri pribadi dan bagaimana kelemahan tersebut dapat mempengaruhi atau menghalangi saya untuk mencapai tujuan saya.
  6. Saya dapat menyebutkan nilai-nilai personal yang saya percayai
  7. Saya akan mempertimbangkan nilai-nilai personal tersebut ketika mengambil suatu tindakan.
  8. Saya memprioritaskan diri sendiri terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
  9. Saya menyadari ketika kebutuhan dasar saya tidak dipenuhi.

Perkiraan (Outlook)


Ini adalah sebuah kesadaran dan cara kita melihat dunia, serta kemudian emosi kita mempengaruhi cara pandang tersebut.

  1. Saya menyadari bahwa bias atau kesalahan persepsi saya pribadi dapat mempengaruhi bagaimana cara saya memandang situasi dan juga orang lain.
  2. Secara aktif saya mencoba untuk memahami berbagai pandangan di dunia yang berbeda.
  3. Saya mencoba untuk memahami situasi unik yang dihadapi orang lain sebelum membuat penilaian terhadap mereka.
  4. Saya terbuka untuk mengubah kesimpulan saya jika disampaikan informasi baru yang tidak sesuai dengan kepercayaan saya sebelumnya.
  5. Saya tahu hal-hal yang akan memicu emosi negatif saya.
  6. Saya mengetahui bagaimana emosi negatif tersebut akan berpengaruh pada tingkah laku saya.
  7. Ketika merasakan emosi negatif saya seringkali berhenti sejenak untuk mendapatkan keseimbangan sebelum kemudian mengambil tindakan.
  8. Saya seringkali menggunakan atau memanfaatkan pernapasan untuk menenangkan emosi
  9. Saya menyadari bahwa emosi saya dapat secara akurat menjelaskan apa yang saya rasakan
  10. Saya mencoba untuk selalu jujur dan berada pada kondisi terbaik ketika menghadapi situasi yang sangat sulit.

Tindakan (Action) 

Ini adalah suatu tindakan yang memungkinkan seorang pemimpin untuk secara sukses menyelesaikan hal-hal yang paling penting, paling rumit, dan situasi yang terkait. Pada saat menghadapi suatu pembicaraan yang sulit, maka saya:  

  1. Saya selalu menjelaskan niat atau intensi yang meliputi hasil dan hubungan.
  2. Saya selalu mencoba untuk menciptakan kejelasan dan hubungan dari isu-isu utama.
  3. Saya memimpin dengan pertanyaan terbuka untuk memahami sudut pandang orang lain.
  4. Saya memerlukan waktu untuk menanyakan pertanyaan lanjutan, sehingga pemahaman atau pengetahuan saya bisa lebih meningkat.
  5. Saya nyaman untuk memberikan ruang dan diam ketika atau setelah memberikan pertanyaan.
  6. Saya siap untuk berbagai mengenai pandangan saya pada suatu persoalan tertentu.
  7. Saya tahu bagaimana cara untuk menanyakan suatu pertanyaan yang memungkinkan terciptanya solusi yang terfokus.
  8. Saya memiliki waktu untuk meraih persetujuan dari tindakan yang dilakukan secara bersama-sama.
  9. Saya nyaman untuk mengatasi perilaku defensif dari orang lain.


Refleksi (Reflection)


Ini adalah sebuah proses untuk secara kritis mengevaluasi perilaku, sudut pandang, kebiasaan, dan komunikasi dari aksi atau tindakan kita sebelumnya. Tujuan dari refleksi adalah untuk memperoleh pandangan dan kemudian beradaptasi pada tantangan di masa yang akan datang.

  1. Saya tahu bagaimana cara untuk merefleksikan dan belajar dari pengalaman.
  2. Saya secara aktif mencari saran agar proses pembelajaran dapat berlangsung terus-menerus.
  3. Saya dapat mendengar saran yang membangun tanpa mencoba bertahan.
  4. Secara aktif saya mempunyai serangkaian tujuan untuk perubahan atau perbaikan.
  5. Saya membagikan tujuan yang ingin saya raih dengan orang-orang yang saya percaya dan akan mendukung proses yang saya lakukan.
  6. Secara teratur saya menerapkan satu pendekatan untuk terus-menerus mengembangkan keterampilan yang penting.
  7. Saya memiliki jejaring sosial yang sangat mendukung pertumbuhan dan juga proses pembelajaran saya.
  8. Saya menciptakan perencanaan yang jelas untuk menghadapi tantangan yang akan datang dan yang senantiasa terjadi.


Di lingkungan yang senantiasa berubah ketika kebiasaan tertentu, kemudian perilaku, dan pemikiran tidak lagi cukup, maka SOAR Model membantu para pemimpin untuk menerapkan kesadaran diri, kecerdasan emosi, kecerdasan sosial, dan kelincahan untuk belajar, sehingga akhirnya mampu menghadapi situasi yang sangat sulit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi dan Perannya untuk Pemimpin Saat Krisis

Kepemimpinan Populis